PROGRAM ANTI PENCUCIAN UANG DAN
PENCEGAHAN PENDANAAN TERORISME (APU DAN PPT)
Sebagai salah satu upaya untuk mencegah masuknya uang hasil tindak kejahatan ke dalam industri perbankan, Bank Indonesia telah menerbitkan ketentuan terkait dengan pencucian uang sejak tahun 2001 mengenai Penerapan Prinsip Mengenal Nasabah (Know Your Customer Principles). Selanjutnya ketentuan dimaksud disempurnakan pada tahun 2009 dengan mengadopsi rekomendasi dengan standar internasional yang lebih komprehensif untuk mencegah dan memberantas pencucian uang dan/atau pendanaan terorisme yang dikeluarkan oleh Financial Action Task Force (FATF), yang dikenal dengan Rekomendasi 40 + 9 FATF. Rekomendasi tersebut juga digunakan oleh masyarakat internasional dalam penilaian terhadap kepatuhan suatu negara terhadap pelaksanaan program APU dan PPT. Terdapat penyesuaian terminologi dari sebelumnya menggunakan terminologi “KYC” berubah menjadi terminologi “CDD/Customer Due Dilligence”
Seiring dengan perkembangan produk, aktivitas dan teknologi informasi bank yang semakin kompleks dikhawatirkan dapat meningkatkan peluang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menggunakan produk/jasa bank dalam membantu tindak kejahatannya, Untuk itu, agar penggunaan bank sebagai sarana pencucian uang dan pendanaan terorisme dapat diminimalisir, diperlukan peranan bank yang lebih besar dari sebelumnya yaitu dengan menerapkan Program APU dan PPT yang optimal dan efektif. Penerapan program APU dan PPT oleh bank tidak saja penting untuk pemberantasan pencucian uang, melainkan juga untuk mendukung penerapan prudential banking yang dapat melindungi bank dari berbagai risiko yang mungkin timbul antara lain risiko hukum, risiko reputasi dan risiko operasional.
(source : http://www.bi.go.id/id/perbankan/prinsip-mengenal-nasabah/Contents/Default.aspx)
Sejalan dengan Peraturan Bank Indonesia Nomor: 12/20/PBI/2010 – Penerapan Program Anti Pencucian Uang (APU) dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (PPT) bagi Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Pembiayaan Rakyat, maka PT. BPR LPM menyelenggarakan inhouse training mengenai Penerapan Program APU-PPT tersebut.
Peserta Training APU-PPT Inhouse Training PT BPR LPM
Training ini dibagi dalam 2 sesi, Sesi 1 dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2015, sedangkan sesi 2 akan dilaksanakan pada bulan Februari 2016. Peserta training terdiri dari Customer Service, Teller, SPI, Kepala Divisi Operasional dan Kepala Divisi Bisnis (Trainer).
Bpk Imbang Maulana (Kadiv Bisnis) yang juga bertindak sebagai Trainer sedang menjelaskan materi.
Diharapkan setelah diadakannya training mengenai APU-PPT ini, PT. BPR LPM bisa ikut aktif dalam pencegahan pemanfaatan BPR dan BPRS dalam pencucian uang dan pendanaan terorisme yang semakin tinggi serta mendukung upaya pencegahan tindak pidana pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme.
No responses yet