Beroperasi di bawah pembinaan dan pengawasan regulator, PT Bank Perekonomian Rakyat Lima Padma Mandiri (BPR LPM) alami pertumbuhan indikator keuangan yang signifikan.
Selain mematuhi ketentuan perbankan yang berlaku, PT BPR LPM juga lakukan pertanggungjawaban kepada publik serta pemerintahan melalui laporan kinerja
PT BPR LPM mencatat, lonjakan kinerja sepanjang Tahun Buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar baru-baru ini di The Trans Luxury Hotel Bandung, manajemen memaparkan pertumbuhan signifikan di hampir seluruh indikator keuangan.
Direktur Utama PT BPR LPM, M. Ruli Fahmi mengatakan, dalam hal ini dirinya berikan apresiasi kepada pemegang saham, manajemen, dan seluruh karyawan atas kinerja yang dicapai.
“Pertumbuhan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” katanya kepada Jabar Ekspres, Jumat (20/2/2026).

Ruli menyampaikan, total aset perseroan melonjak dari Rp78,43 miliar pada Desember 2024 menjadi Rp119,56 miliar pada Desember 2025 atau tumbuh 52,43 persen. Penyaluran kredit naik 38,51 persen dari Rp61,38 miliar menjadi Rp85,20 miliar. Sementara penghimpunan dana masyarakat meningkat tajam 73,36 persen, dari Rp41,07 miliar menjadi Rp71,21 miliar.
Di sisi profitabilitas, PT BPR LPM membukukan laba akhir tahun dengan capaian nilai sebesar Rp2,28 miliar.
Sejumlah rasio keuangan juga berada pada kategori sehat, antara lain KPMM 14,23 persen, NPL Gross 3,27 persen, NPL Netto 1,88 persen, serta ROA 2,41 persen.
“Kami bersyukur atas capaian ini. Ini menjadi penyemangat untuk terus memperkuat kinerja dan menjaga kepercayaan publik,” tutup Ruli.
Sementara itu, Komisaris Utama PT BPR LPM, Nida Garnida Fitrianti turut mengapresiasi direksi dan karyawan yang dinilai mampu menjaga pertumbuhan perusahaan secara konsisten.
Senada, Komisaris R.R. Fatmasari Kusumawardhani menegaskan, dukungan dewan komisaris terhadap langkah strategis direksi agar perusahaan terus berkembang.
Adapun Pemegang Saham Pengendali, Zaenal Aripin, juga menyampaikan terima kasih kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atas pembinaan dan pengawasan yang berkelanjutan.
“Dengan capaian tersebut, BPR LPM optimistis mempertahankan tren pertumbuhan positif, sekaligus memperkuat peran sebagai lembaga keuangan yang sehat dan terpercaya di tengah dinamika industri perbankan,” pungkasnya.

No responses yet